Selasa, 19 Juni 2012

EKOLOGI DAN DAMPAK PERKEMBANGAN IPTEK TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA



Devinisi  Ekologi Manusia, menurut Amos H Hawley (1950:67) dikatakan, “Human ecology may be defined, therefore, in terms that have already been used, as the study of the form and the development of the community in human population.” (Ekologi manusia, dengan demikian bisa diartikan, dalam istilah yang biasa digunakan, sebagai studi yang mempelajari bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia).

            Ekologi Manusia Baru menekankan pada over-reduksionisme yang cukup rumit, memfokuskan pada perubahan negara yang stabil, dan memperluas konsep ekologi melebihi studi tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan menuju keterlibatan manusia. Pandangan ini berbeda dari determinisme lingkungan pada awal-awal abad ke-20). Menurut Gerald L Young (1994:339) dikatakan, “Human ecology, then, is “an attempt to understand the inter-relationships between the human species and its environment” (Dengan demikian ekologi manusia, adalah suatu pandangan yang mencoba memahami keterkaitan antara spesies manusia dan lingkungannya).
Persamaan dari ketiga definisi yang dikemukakan di atas adalah bahwa pengertian “Ekologi Manusia” merujuk pada suatu ilmu (oikos = rumah/tempat tinggal ; logos = ilmu) dan mempelajari interaksi lingkungan dengan manusia sebagai perluasan dari konsep ekologi pada umumnya.

Perbedaaan dari ketiga definisi tersebut adalah pada titik tekan (emphasizes) para pakar dalam mendefinisikan “Ekologi Manusia”, yang masing-masing sebagai berikut. Hawley menekankan pada studi tentang bentuk dan perkembangan komunitas dalam sebuah populasi manusia (masyarakat) –dalam kaitannya dengan lingkungan. Steiner menekankan pada era baru ilmu “Ekologi Manusia” yang memperluas dari ekologi yang hanya mempelajari lingkungan tumbuhan dan hewan menuju keterlibatan manusia secara kompleks). Young menekankan pada keterkaitan (interaksi) antara manusia dan lingkungannya saja.

Ekologi tanaman mengandung dua pengertian, yaitu ekologi sebagai ilmu dan tanaman sebagai obyek. Ekologi berasal dari kata eikos = rumah, dan logos = ilmu. Tanaman mengandung arti tumbuhan yang telah dibudidayakan untuk maksud tertentu, sehingga hasilnya dijadikan sebagai alat pemenuhan kebutuhan yang memiliki nilai ekonomi Secara etimologis, ekologi tanaman berarti ilmu tentang tanaman di rumah (lingkungan) sendiri. Ekologi Tanaman yaitu ilmu yang membicarakan tentang spektrum hubungan timbal balik yang terdapat antara tanaman dan lingkungannya serta antara kelompok-kelompok tanaman.
Dalam hal ini penting disadari bahwa tanaman tidak terdapat sebagai individu atau kelompok individu yang terisolasi. Semua tanaman berinteraksi satu sama lain dengan lingkungan sejenisnya, dengan tanaman lain dan dengan lingkungan fisik tempat hidupnya. Dalam proses interaksi ini, tanaman saling mempengaruhi satu dengan lainnya dan dengan lingkungan sekitarnya, begitu pula berbagai faktor lingkungan mempengaruhi kegiatan hidup tanaman. Ciri khas ekologi tanaman (plant ecology), adalah tanaman dapat mengubah energi kimia menjadi energi potensial dan mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik.

http://www.averroes.or.id/research/ekologi-manusia-dan-kesadaran-individu-dalam-pengelolaan-lingkungan.html

Selasa, 03 April 2012

PROSES TERJADINYA UAP PANAS



Uap adalah titik-titik air di udara (kabut) yang terkondensasi. Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi, tetapi tidak di planet lain. Jadi Uap Air adalah sejenis fluida yang merupakan fase gas dari air, apabila mengalami pemanasan sampai temperatur didih di bawah tekanan tertentu. Uap Air tidak berwarna, bahkan tidak ada perbedaannya antara uap panas dengan air biasa. Uap Air dipakai pertama sekali di gunakan sebagai fluida kerja adalah oleh James Watt yang terkenal sebagai penemu Mesin Uap Torak.
Uap Air tidak mengikuti hukum-hukum gas sempurna, sampai dia benar-benar kering (kadar uap 100%). Bila uap kering dipanaskan lebih lanjut maka akan menjadi uap air panas (panas lanjut) dan selanjutnya dapat dianggap sebagai gas sempurna.
Proses terjadinya uap panas dapat dijelskan, misalnya Kita ambil 1 kg es pada temperatur 20°C, kemudian kita panaskan di bawah tekanan standar. Dapat dicatat bahwa temperatur es akan mulai naik sampai mendekati 0°C.Sesudah itu akan terlihat dua macam fasa yang bercampur yaitu fasa padat (es) dan fasa cair (air),  tidak ada kenaikan temperatur pada fasa campuran ini hingga seluruh es mencair (terbentuk air).
Energi panas yang diberikan selama proses transformasi, yang berlangsung tanpa kenaikan suhu disebut panas lebur, besarnya 80 kKal/kg. Titik 0°C disebut titik lebur (titik beku) es. Bila pemanasan diteruskan terhadap 1 kg air pada 0°C  maka temperatur air akan naik sampai 100°C di bawah tekanan standar. Bila proses pemanasan dilanjutkan maka akan menjadi bawah tekanan standar, dan terlihat bahwa temperatur tidak akan berubah. Akhirdari proses ini adalah akan terbentuknya uap air secara menyeluruh (disebut air mendidih). Ditandai oleh suhu 100°C dan tekanan standar 1 atm. Angka 100 disebut titik didih air dibawah tekanan 1 atm (1,033 kg/cm²).
MANFAAT UAP DAN AIR PANAS
1.melancarkan peredaran darah dan melembabkan kulit
2.mengendurkan otot yang tegang
3.mempermudah penyerapan nutrisi bagi kulit
4.relaksasi
Pada tahun 1808, Marie Francois Raoult seorang kimiawan asal Perancis melakukan percobaan mengenai tekanan uap jenuh larutan, sehingga ia menyimpulkan tekanan uap jenuh larutan sama dengan fraksi mol pelarut dikalikan dengan tekanan uap jenuh pelarut murni[3]. Persamaan penurunan tekanan uap dapat ditulis[3]. Kesimpulan ini dikenal dengan Hukum Raoult dan dirumuskan dengan[3]. Persamaan penurunan tekanan uap dapat ditulis[3] :
 P = P0 x Xp
 ΔP = P0 x Xt
Keterangan :
 P = tekanan uap jenuh larutan
 P0 = tekanan uap jenuh pelarut murni
 Xp = fraksi mol zat pelarut
 Xt = fraksi mol zat terlarut
Ini lah proses terjadinya uap panas yang berhubungan dengan kimia. Dengan adanya ini kita dapat sedikit mengetahui bagai mana terjadinya uap panas itu terjadi.


http://denosan.com/engineer/chemical-engineer/proses-uap-air
http://lusycahyamurti.blogspot.com/2010/06/manfaat-uap-dan-air-panas.html

Sabtu, 17 Maret 2012

PROSES TERJADINYA PELANGI


Pada kali ini saya akan membahas tentang pelangi yang sangat indah pada saatmenampilkan warna-warna yang indah. Dan pada saat pelangi memunculkan keindahannya hasli berbetuk seperti sebuah bujur. Dan biasanya juga pelangi akan muncul apabila sesudah hujan turun ketika mendung dan juga dekat pegunungan.
Pelangi adalah salah satu fenomena optik yang terjadi secara alamiah dalam atmosfir bumi. Dalam fisika, warna-warna lazim diidentifikasikan dari panjang gelombang. Misalnya, warna merah memiliki panjang gelombang sekitar 625 – 740 nm, dan biru sekitar 435 – 500 nm. Kumpulan warna-warna yang dinyatakan dalam panjang gelombang (biasa disimbolkan dengan λ) ini disebut spektrum warna. Warna-warna ini adalah komponen dari cahaya putih yang disebut cahaya tampak (visible light) atau gelombang tampak. Komponen lainnya adalah cahaya yang tidak tampak (invisible light), seperti inframerah (di sebelah kanan warna merah) dan ultraviolet (di sebelah kiri jingga). Sinar putih yang biasa kita lihat (disebut juga cahaya tampak atau visible light) terdiri dari semua komponen warna dalam spektrum di atas tentu saja ada komponen lain yang tidak terlihat, disebut invisible light.
Alat paling sederhana yang sering dipakai untuk menguraikan warna putih adalah prisma kaca. Sebuah prisma kaca menguraikan cahaya putih yang datang menjadi komponen-komponen cahayanya. Di alam ini tidak hanya prisma yang bisa menguraikan cahaya. Selain itu, tetesan air dari air hujan adalah salah satu contoh benda yang tersedia di alam yang bisa menguraikan cahaya putih. Ketika seberkas cahaya putih mengenai setetes air, tetesan air ini berprilaku seperti prisma. Dia menguraikan sinar putih tadi sehingga terciptalah warna-warna pelangi. Setetes air berprilaku seperti prisma ketika menerima seberkas cahaya putih. Cahaya tersebut sebagian dipantulkan ke arah pengamat, sebagian lagi diteruskan. Warna dalam pelangi seperti blok-blok yang lebar dikarenakan kita hanya melihat satu warna untuk satu tetesan air. Cahaya matahari yang diuraikan oleh tetesan air A hanya sampai ke mata kita pada panjang gelombang warna merah. Sementara itu, tetesan air B memberikan panjang gelombang warna ungu. Tetesan-tetesan air di antaranya memberikan masing-masing satu panjang gelombang pada mata kita. Sehingga pada akhirnya si pengamat melihat pelangi dengan warna yang lengkap.
Kita hanya bisa melihat pelangi maksimal setengah lingkaran. Untuk melihat pelangi utuh satu lingkaran, maka kita harus berdiri di tempat yang lebih tinggi. Ini adalah benar bahwa pelangi berbentuk lingkaran, bukan parabola seperti anggapan beberapa orang. Di tanah, kita hanya melihat maksimal pelangi setengah lingkaran. Kalau kita berdiri di atas hujan, misalnya di pesawat terbang, maka kita bisa melihat pelangi satu lingkaran utuh. Ini semua disebabkan oleh geometri optik dalam proses penguraian warna. Dengan geometri optik ini juga kita bisa menjelaskan garis lurus yang melewati mata kita dan matahari juga melewati titik pusat lingkaran pelangi. Karena pelangi tercipta melibatkan jarak pengamat dengan tetesan air, maka pelangi selalu bergerak mengikuti pergerakan pengamat. Ini membuat jarak kita dengan pelangi konstan (sama), dengan kata lain kita tidak pernah bisa mendekati pelangi. PelangiTaukah anda berapa jumlah warna di pelangi? Ya mungkin sebagian besar akan menjawab 7. Sama seperti yang anda dapatkan ketika berada di bangku Sekolah Dasar. Teori itu bersumber pada Sir Isaac Newton, yang juga pencetus teori grativitasi. Di Indonesia disingkat dengan MeJiKuHiBiNiU (Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu), sedangkan dalam bahasa Inggris disingkat menjadi ROY G BIV (Red, Orange, Yellow, Green, Blue, Indigo and Violet).
            Tapi taukah anda bahwa masyarakat di berbagai negara memiliki jawaban yang berbeda-beda.
            Orang China akan mengatakan bahwa ada 5 warna pelangi, sedangkan orang Amerika mengatakan 6 warna, Russia 7 warna. Lalu Inggris 7 warna, karena mengikuti teori Newton. Newton menambahkan satu warna yaitu Nila, sehingga warna pelangi genap menjadi 7. Ini karena pengaruh ajaran Agamanya.
Mengapa ditambah satu menjadi 7?
            Karena 6 lebih menyimbolkan setan. Dalam sumber lain menyebutkan ada keterkaitan dengan filosof Yunani, yang menghubungkan antara warna dengan not musik, dan hari dalam satu minggu.
            Beberapa sumber sekarang menghapuskan nila, karena mata manusia tidak sensitif terhadap frekuensi warna nila, dan bahkan orang yang berpenglihatan baik tidak dapat membedakan warna nila dari biru dan ungu.
Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spektrum. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.
Pelangi tidak lain adalah busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika melalui prisma kaca. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air.
Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.
            Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari dibekalang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.



Selasa, 29 November 2011

Manusia dan Pandangan Hidup

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup bersifat kodrati, karena itu ia menentukan masa depan seseorang, untuk itu perlu dijelaskan pula arti dari pandangan hidup. Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Menurut asalnya pandangan hidup dibagi menjadi 3 yaitu :
1.      Pandangan hidup yang berasal dari agama,
2.      Pandangan hidup yang berupa ideologi, dan
3.      Pandangan hidup hasil renungan.
Pandangan hidup terdiri dari 4 unsur antara lain :
1. Cita-cita
Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
2. Kebajikan atau Kebaikan
Kebajikan atau kebaikan pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk bermoral.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari 3 segi, yaitu :
1.      Manusia sebagai pribadi, yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati.
2.      Manusia sebagai anggota masyarakat atau makhluk sosial, manusia hidup bermasyarakat, saling membutuhkan, saling menolong, dan saling menghargai anggota masyarakat
3.      Manusia sebagai makhluk Tuhan
Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena tingkah laku bersumber dari pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri.
3. Usaha atau Perjuangan
Usaha atau perjuangan adalah bentuk kerja keras untuk mewujudkan tujuan atau cita-cita. Tanpa adanya usaha, hidup manusia tak ada artinya. Manusia diciptakan berakal dan berindra, di mana apa yang dititipkan-Nya harus dipotensialkan sesuai kemampuannya.
4. Keyakinan atau Kepercayaan
Keyakinanatau kepercayaan berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda dalam meraih tujuan atau cita-cita masing-masing. Pandangan hidup ini mau tidak mau akan menjadi pedoman untuk mengantarkan mereka pada tujuan atau cita-cita tersebut. Maka yang sebaiknya dilakukan manusia adalah memikirkan, merancang, atau menentukan langkah- langkah berpandangan hidup yang baik
Jadi jika kita sudah mengenal, mengerti, menghayati, dan meyakinii pandangan hidup ini, maka selayakya disertai dengan pngabdian. Dan pengabdian ini hendaknya dijadikan pakaian, baik dalam waktu tentram lebih-lebih bilamenghadapi hambatan, tantangan, dan
sebagainya.


·          http://worldfriend.web.id/blog-friend/586-manusia-dan-pandangan-hidup-


Manusia dan Keadilan


Keadilan bisa diartikan sederhana yaitu sama rata atau pun sama banyak. Jadi apa yang bisa dilakukan oleh mahluk lain kita pasti jg bisa melakukannya. Seperti yang dikatakan  oleh para filsuf keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil. Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
MACAM-MACAM KEADILAN
 a. KEADILAN LEGAL ATAU KEADILAN MORAL
 Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (the man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal. Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk member tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik.
b. KEADILAN DISTRIBUTIF
 Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).
 c. KEADILAN KOMUTATIF
 Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
 d. KEJUJURAN
 Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.Sikap jujur itu perlu di pelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti.
Memang terkadang manusia lupa akan tugasnya agar berlaku adil terhadap siapapun, padahal di dunia ini harus serba seimbang, adil tanpa membedakan yg satu dengan yang lain. Hak dan kewajiban yang di terima setiap manusia pun juga harus adil, jangan hanya karena memiliki kekuasaan jadi berlaku tidak adil. Di negara Indonesia ini masih banyak yang belum bisa berlaku adil, masih banyak yang terpengaruh oleh kekuasaan, kenikmatan dan sebagainya sehingga melupakan mana yang benar dan mana yang patut di salahkan. Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara dan sikap yang perlu di pupuk. Namun demi sopan santun dan pendidikan, orang di perbolehkan berkata tidak jujur apabila sampai bata-batas yang di tentukan.Cara untuk bersikap adil menurut saya harus di mulai dari diri sendiri dulu bisa membedakan antara yang benar dan yang salah, kemudian jika ada sebuah masalah maka sebaiknya di lihat secara obyektif jangan subyektif.



·         http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/03/manusia-dan-keadilan-beserta-contoh-kasus/
·         http://sosbud.kompasiana.com/2009/11/21/nenek-nenek-pencuri-kakao-vs-koruptor/


Senin, 31 Oktober 2011

Pengertian Ilmu Budaya Dasar, Tujuan, dan Ruang Lingkupnya


Ilmu budaya dasar merupakan suatu materi pembelajaran yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang semua masalah yang dihadapi setiap manusia dalam kehidupn sehari-hari. Mengapa ilmu budaya dasar dipelajari diperguruan tinggi? Ini dkarenakan kurangnya pembelajaran kita dalam system pendidikan, baik dari tingkat menengah, maupun perguruan tinggi sekalipun. Tanpa disadari banyak penyebab-pemyebab lain yang mempengaruhinya, salah satunya adalah system pendidikan kita yang amat sangat sempit sehingga membuat manusia berpikir menjadi sempit tidak biasa berpandang luas keluar sana. Hal ini biasa menyebabkan lulusan perguruan tinggi kurang memiliki tempat yang sama untuk berpijak. Karna itu seolah-olah buta untuk bidang lain selain yang dikuasainya, oleh sebab itu ia harus ikut campur oleh bidang-bidang lain.
Inilah harapan dari ilmu budaya dasar, agar lulusan perguruan tinggi mempunyai kesamaan dalam bahan pembicaraan. Supaya dengan adanya kesamaan ini mampu membuat mahasiswa/i berfikir positif untuk membangun Negara kita pada umumnya dalam dan system pendidikan pada khususnya. Dengan adanya pelajaran ilmu budaya dasar diharapkan para lulusan perguruan tinggi memiliki latar yang luas untuk pemahaman budaya yang ada di indonesiadan di harapkan bias mendalami agar bias mengembangkan budaya kita dengan sangat kreatif yang akan ditunjukan kepada dunia bahwa negara kita memiliki kebudayaan yang beragam dan manusia yang kreatif.
Secara sederhana pengertian ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan uantuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Pemberian ilmu budaya dasar tidak lain merupakan memberi pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya dasat semata-mata hanya ingin mengembangkan kepribadian mahasiswa/I yaitu dengan memperluas wawasan pemikiran mereka serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya baik menyakut diri sendiri, alam sekitar, maupun orang lain. Dan bertujuan juga untuk memperluas pengetahuan mereka terhadap budaya yang ada di wilayah mereka bahkan Negara mereka sendiri yang beranekaragam ini.
Ruang lingkup ilmu budaya dasar merupakan ungkapan masalah manusia dan budaya yang bisa di analisis dengan menggunakan pengetahuan budaya. Baik dalam segi keahlian maupun pengetahuan budaya. Hakekat manusia yang beranekaragam terwujud dalam masing-masing jaman dan tempat. Dalam menghadapi lingkungan alam, social dan budaya, manusia hanya mengujudkan yang tidak beragam yang di ungkapkan dengan tidak seragam, yang diekspresikan dalam bentuk dan corak ungkapan, pikiran dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.


Sumber:
·         www.google.com
·         Buku ilmu budaya dasar



Manusia dan Kebudayaan



            Manusia adalah mahluk yang paling sempura yang  diciptakan oleh allah SWT. dengan kesempurnaan yang dimiliki manusia itu. Kita dituntut agar bias bermanfaat dan tidak mensia-siakan dengan apa yang telah diberikaan allah SWT. kepada kita. Dan kebudayaan bias tercipta atau terwujut oleh manusia dengan kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya yang bias berinteraksi dengan segala sesuatu yang ada di alam raya ini. Disamping itu juga manusia memiliki alat, intelegensi, intuisi, perasaan, emosi, tenaga dan perilaku. Dengan semua yang dimiliki, manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungannya antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia sedangkan manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan itu bisa dimaksudkan. Kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan juga manusia akan tetap hidup ditengah-tenah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan selalu hidup sebab manusia sebagai penggunanya.
            Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat penting bagi manusia. Hasil karya ini bias menimbulkan suatu yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Suatu kebudayaan yang diciptakan oleh setiap manusia mempunyai maksud dan tujuannya yaitu untuk mengenalkan bagaimana budaya tersebut dimata orang yang melihatnya. Dengan menganalisis pengaruh budaya terhadap seseorang, agar dapat mengetahui mengapa suatu lingkungan tertentu akan mempunyai karya yang berbeda dari lingkungan lain dan juga bias menghasilkan karya yang berbeda juga.
            Kebudayaan adalah hasil cipta, karsa, dan rasa kemanusiaan oleh karena itu kebudayaan bisa mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. Perkembangan itu sendiri dimaksudkan untuk kepentingan manusia itu sendiri, karena kebudayaan ini diciptakan oloh manusia dan untuk manusia juga. Kebudayaan suatu kelompok sosial juga tidak akan terhindar dari budaya kelompok lain dengan adannya kontak-kontak kebudaya lain. Suatu kelompok bias mengadopsi kebudaya kelompok lain apa bila berguna atau bisa memenuhi tuntutan yang dimiliki.
            Pekembangan zaman mendorong terjadinya perubahan disegala bidang termaksud kedalam kebudayaan. Mau tidak mau budaya yang dipakai suatu kelompok akan tergeser dengan perubahan ini. Namun disayangkan sekali  perubahan kebudayaan ini disalah artikan sebagai penyimpangan kebudayaan yang telah ada. Oleh karena itu kita harus menjaga kebudayaan yang kita punya agar bermanfaat terhadap orang yang memakainya. Dan apabila akan ada perubahan, maka perubahan itu tidak boleh melenceng dari kebudayaan yang sudah ada. Yang kurang baik diperbaiki dan juga yang sudah baik agar bias lebih baik lagi.

Sumber :
·         Posted by Bukittingginews on October 15th, 2010
·         www.google.com